“Ini nih, risiko belajar di Sekolah Tinggi Agama Islam” kata seorang teman. mengeluh kerena sudah dari tadi mata kuliah tidak berganti-ganti juga. Mungkin kerena ini adalah tiga pertemuan terakhir semester ini untuk mata kuliah bahasa arab. Bagi sebagian orang mata kuliah bahasa arab adalah sebuah momok. “Bahasa arab lagi-lagi, Bahasa arab lagi” keluh mahasiswa yang lain yang kurang suka dengan mata kuliah bahasa arab. “Belajar bahasa arab dari semester I sampai semester III tahunya Cuma na’am dan Laa aja”, imbuh yang lain.
Pak gimanaa sih caranya supaya kita pintar bahasa arab, dari dulu saya ga bisa-bisa” celetuk seorang mahasiswa. bagi sebagian yang lain yang suka bahasa arab sih, enjoy-enjoy aja. termasuk anaa, menurut anaa belajar bahasa arab itu menyenangkan.
“Kalian tahu, siapakah yang lahir di arab, besar di arab, tapi tidak bisa bahasa arab”. tanya dosen anaa.
“Onta, Pak” semua mahasiswa serempak menjawab.
“Kalian tahu kenapa onta tidak tahu bahasa arab”. tanya dosen anaa lagi.
“Namanya juga onta pak, manaa tahu dia bahasa manusia. manaa tahu dia belajar” jawab salah satu mahasiswa.
“Benar, kerena onta binatang, kerena onta tidak tahu belajar” jawab dosen anaa.
“Kalian kan bukan onta, kalian kan manusia, dan apakah kalian bisa bahasa kalian yang kalian gunakan sekarang ini juga tanpa belajar”
saya yakin dulunya kalian juga belajar, mulai dari menyebut kata makan dengan maem, dan lain sebagainya, semua itu butuh proses, tidak bisa instans” jawab dosen anaa. “Nah kalau kalian belajarnya ga semangat, ada yang mengantuk. gimana mau bisa bahasa arab. yang memperhatikan saja kan belum tentu bisa apalagi yang belajar sambil mengantuk. sindir dosen anaa soalnya baru saja ada mahasiswa yang beberapa kali menguap.
“Tapi, bagi bapak kalau ada salah satu mahasiswa bapak yang masuk kuliah mengantuk, apalagi kalau jam pertama, bapak berbaik sangka saja. mungkin tadi malam shalat tahajudnya lama, jadi paginya mengantuk” ucap dosen anaa dengan nada bercanda. “Ia pak, mungkin tadi malam tahajjudnya lama. seorang mahasiswa menimpali, di sambut gelak tawa mahasiswa yang lain.
“Nah kalau yang mengantuknya lebih dari satu, bapak juga berprasangka baik saja, mungkin tadi malam tahajjudnya berjamaah”. sekali lagi kata-kata dosen anaa membuat perut teman-teman anaa seraca di kocok oleh pelawak handal.
“Tapi, ini ada tapi juga, seru dosen anaa lagi”
“Tapi apa pak” tanya anaa sudah tidak sabar lagi.
“Tapi kalau semua mahasiswanya mengantuk, apalagi sampai ketiduran, bapak juga berbaik sangka, mungkin semua sepakat untuk shalat tahajud berjamaah, mungkin dirumah salah satu mahasiswa, tapi kalau semua mahasiswa mengantuk, apalagi sampai ketiduran, buat apa bapak ngajar lagi, siapa lagi yang mau di ajari, kalau semuanya tidur, mending bapak ke kantor jawab dosen anaa dengan senyum merekah. semua mahasiswa kembali tersenyum. “jadi kalau belajar itu yang semangat dong, jangan kaya orang ngantuk gitu”. seru anaa.
“Nah, ada lagi cerita bapak, masih mau dengar” tanya dosen anaa lagi. “Apa bedanya sepatu sandal, dengan sandal sepatu” tanya dosen anaa sewaktu melihat ada sepatu salah satu mahasiswa yang sepatu yang bagian tumitnya, diinjak. “Saya pak” ucap salah satu mahasiswa setengah berteriak. “Iya apa bedanya” tanya dosen anaa lagi. “Kalau sepatu sendal, itu sepatu yang diinjak bagian tumitnya, tapi kalau sendal sepatu itu sandal yang bagian depannya seperti sepatu, terus bagian belakangnya bolong, biasa juga ada kaitan”.
“Sebenarnya kalau bagi bapak sih, tidak terlalu mempermasalahkan mau pakai sepatu atau pakai sandal, tapi sebaiknya pakailah pakaian yang sopan, kalau pakai sendal sepatu, itu minimal pakai kaus kaki lah, dan kalau pakai sepatu, jangan sepatunya di jadikan sandal”. nasehat beliau kepada semua mahasiswa. “Nah ngomong-ngomong sudah selesai belum dicatat soalnya tanya dosen anaa. seraya membalikkan badan menghadap papan tulis kemudian duduk di kursi beliau. Sebagian mahasiswa terkejut. “Ha, Ujian kah pak” tanya salah satu mahasiswa. Latihan aja, nanti kalau sudah selesai, tolong dikumpulkan, dan salah seorang nanti antarkan ke kantor”. kemudian dosen anaa pamit. “Ah latihan lagi, latihan lagi” celetuk salah satu mahasiswa “latihan teruuuuuuuus, dari tadi ga ngerti-ngerti juga”. “Makanya belajar belajar jangan nyontek terus” jawan anaa.
Senin, 07 Juni 2010
Ah perasaan ini lagi
Malam sudah larut, kulirik jam tanganku sudah menunjukkan pukul 22.00 wita, aku belum bisa tidur, mataku belum mengantuk. Udara lembab, apalagi di kamarku, kamar yang sebenarnya terlalu sempit bagiku, ukurannya 2 x 2,5 m, terletak ditingkat dua. Jarak lantai ke plafon Cuma 2 m, aku mampu menjangkaunya tanpa harus harus berjingkit, membuat udara semakin lembab, jendelanya tertutup rapat, sengaja dikunci agar nyamuk tidak masuk. Hanya kamar ini yang bisa ku sewa, penghasilanku sebagai pedagang keliling membuatku harus berhemat, apalagi aku masih kuliah. walaupun biaya kuliah gratis, tetapi bukankah untuk membeli buku, membayar biaya fotocopy juga butuh uang. jadi kuputuskan biarlah untuk sementara aku tinggal dikamar sempit ini pikirku. Sewanya 250 ribu/bulan. Uang yang lumayan besar jika dihitung dari penghasilanku yang tidak seberapa. Kurebahkan tubuhku telantang, mataku menatap langit-langit kamar. Sebenarnya bukan udara lembab yang membuat aku tak bisa tidur, tapi pikiranku sedang kacau.
“Ah perasaan ini lagi…………” gumamku.
Hatiku tidak tentram, rasanya ingin sekali aku berteriak sekeras-kerasnya, atau menangis sejadi-jadinya. tapi akal sehatku masih jalan. Aku sadar aku lelaki, aku harus mampu tegar, lagi pula aku tidak sendirian di rumah kost ini, disini ada banyak orang, aku takut membuat anak-anak kecil mereka bangun. aku tidak ingin orang-orang dirumah ini menyangka aku gila kerena berteriak tanpa sebab yang mereka ketahui. Tapi serasa aku memang sudah hampir gila. “Sekali lagi aku harus tegar” Ucapku dalam hati.
Aku dilanda rindu yang sangat, aku dirundung rindu yang begitu berat. membuat batinku terasa tersiksa, merana. Hatiku seolah-olah digerogoti oleh sesuatu. Bayangan Azzah menari-nari dipelupuk mataku. Aku coba membuangnya jauh-jauh, tapi usahaku tetap sia-sia. Hatiku terus berdebar-debar kalau aku mengingat namanya. Aku sering mengalami ini, tapi kali ini serasa begitu luar biasa. “Ya Allah, beri hamba kekuatan ya Allah” do’aku. Sebagai seorang muslim aku tahu perasaan ini seharusnya mampu aku kendalikan. Tapi aku manusia, aku laki-laki normal, aku bukan malaikat. “Laki-laki mana ya Allah yang tidak jatuh hati padanya” ucapku. Cinta pada pandangan pertama, itulah yang aku alami. “Sudah sembilan tahun ya Allah perasaan ini aku redam” itu semua kerena-Mu, tapi sepertinya kali ini aku sudah hampir tidak sanggup lagi meredamnya, menyimpannya sendiri. Aku tahu ini ujian dari-Mu, dan aku pun tahu Engkau tidak akan menguji hambamu diluar batas kemampuan hamba. Hamba belum siap mengutarakan perasaan hamba, hamba belum siap untuk menjadikan cinta ini menjadi halal, hamba tidak ingin menjadi tumbal cinta ya Allah, tentramkan hati hamba Ya Allah”. Ku coba lafadzkan dzikir berharap dapatkan ketenangan. Kutarik nafasku dan kusertakan Asma-Nya. tapi hatiku masih resah, belum juga tenang. “aku harus berkonsultasi dengan seseorang” pikirku. “Aku tidak bisa menyimpan permasalahan ini sendirian. bisa-bisa nanti aku jadi gila. tapi siapa ya” otakku berpikir keras. “Siapa ya yang bisa kupercaya dan bisa memahami bagaimana diriku dan permasalahanku”. Akhirnya kuputuskan untuk berkonsultasi dengan pak Ramli. Dosenku sekaligus dosen pembimbingku di kampus.
Sudah hampir satu jam, Aku juga belum tidur Ya Allah makhluk Engkau yang mana yang tidak jatuh hati padanya, Dia begitu mempesona, sederet kehebatan yang dimilikinya, cantik, cerdas, sholehah, kecantikannya alami bukan polesan, sepertinya Engkau menciptakannya dari ektrak dedaunan tanpa pengawet. Wajar kalau dia menjadi dambaan setiap pria. Tapi aneh ya Allah sampai kini dia belum juga punya pacar. Itulah yang membuat aku jatuh cinta padanya, dia selalu menjaga diri, menjaga kehormatannya sebagai seorang wanita, sebagai seorang muslimah yang sholehah. Suaranya begitu merdu, tapi bukan sekedar merdu ya Allah, budi bahasanya juga luar biasa. Dia bukan sekedar pandai ya Allah tapi juga cerdas. Aku suka caranya bergaul, caranya bicara padaku, semua yang ada dalam dirinya aku suka. Malam tambah larut, aku tertidur setelah puas mengadukan segala permasalahanku pada-Nya.
***
Hari ini kuliah libur, sehingga aku bisa melakukan aktifitasku seperti biasa, berjualan keliling untuk mendapatkan sesuap nasi, dan kalau ada berlebih kusisihkan untuk orang tuaku, walaupun nilai tidak seberapa tapi setidaknya dapat meringankan beban beliau. kalau pagi aku berangkat jam delapan dan pulang pukul 12.00, istirahat sebentar dan kembali menyiapkan barang daganganku dan kalau sudah pukul 15.00 wita aku mulai mempersiakan daganganku, aku biasa mulai berjualan pukul 16.00 wita ba’da ashar.
“Pak, ada waktu kah nanti malam, ada hal yang ingin saya konsultasikan, sorry pak sms soalnya lagi boke, pulsa tingal dikit”. Kukirim sebuah sms kepada Pak Ramli. Beliau adalah seorang dosen lulusan luar negeri, S1-nya di Syiria, dan S2-nya di Madinah. Beliau adalah sosok dosen yang tawadhu’, disenangi oleh semua mahasiswa, masih muda, usianya baru 28 tahun. “Insya Allah ada, datang aja nanti malam, saya tunggu” balas beliau. Aku senang sekali, rasanya aku tidak sabar lagi ingin mengutarakan permasalahanku kepada beliau, tapi aku harus melakukan pekerjaanku.
Matahari sebentar lagi akan tenggelam. Warna kuning keemasan bersepuh kemerahan yang terpancar dari bola matahari menampilkan pemandangan luar biasa indah. Cahaya Matahari mengingatkanku untuk segera pulang. Sebelum magrib aku sudah tiba dirumah, kubersihkan tubuhku, mandi dan berwudhu. Suara lantunan ayat suci Al Qur’an terdengar jelas dari mesjid yang terletak tak jauh dari tempat tinggalku, menandakan maghrib akan segera tiba. Seusai shalat maghrib segera aku menuju ke wisma dosen yang merupakan tempat tinggal para dosen di kampusku. Kuketuk pintu wisma seraya ku ucapkan salam,
“Assalamualaikum………”
“Wa alaikum salam warahmatullahi wabarkatuh” jawab penghuni wisma yang tak lain adalah pak Ramli. Seraya membukakan pintu.
“Masuk Mir” titah Pak Ramli.
“Duduk, sebentar ya” ia masuk kekamarnya dan kemudian keluar dengan membawa dua gelas air bersama kue kering dan jajanan lainnya. “Ga usah repot-repot pak” jawabku. “Maaf cuma air putih” katanya sambil tersenyum.
“Ada apa mir” tanya dosen yang lain, yang tinggal serumah dengan Pak Ramli. “Mau ngajak Pak Ramli jalan Pak” jawabku. Kok cuma Pak Ramli yang di ajak” tanyanya dengan nada bercanda, aku hanya tersenyum.
Kota Samarinda terang oleh sinar purnama. Semilir angin yang bertiup dari utara membawa hawa sejuk. Sebagian rumah telah menutup pintu dan jendelanya. Aku dan Pak Ramli segera melesat meninggalkan wisma. “Kemana nih kita” tanya Pak Ramli padaku.
“Kita cari makan dulu pak, habis itu baru saya ceritakan hal yang ingin saya konsultasikan nanti”. “Makan dimana yuk pak”. “Terserah kamu aja” kami terus menyusuri jalan Yos Soedarso mencari warung tenda yang biasanya buka dimalam hari.
“Dimana nih mau ceritanya, gimana kalau di kost mu aja”. tanya Pak Ramli setelah selesai makan.
“Jangan di kost saya pak, kost saya suasananya ga mendukung, apalagi ada banyak orang disana”. “Atau kita balik lagi ke wisma” saran Pak Ramli lagi. Tapi wisma juga ada dosen-dosen yang lain, atau gini aja kita nyantai di sekitar wisma aja, disana kan ada kursi panjang, nah disitu aja”. “Ok deh Pak” kupikir saran Pak ramli Bagus juga, dari pada bingung-bingung.
“Jadi apa nih yang mau di konsultasikan” Ustadz Ramli membuka pembicaraan. “Permasalahan ini sebenarnya sudah lama saya alami, tapi tadi malam saya merasa masalah yang saya alami ini semakin rumit saja, ibarat suatu penyakit mungkin ini bisa dikatakan sudah sangat parah atau kronis, oleh kerena itu saya merasa harus segera ditangani oleh dokter yang tepat, dan menurut pandangan saya, bapaklah orang yang menurut saya paling tepat itu, tapi saya bingung mulai dari mana ceritanya ” jawabku panjang lebar. Hatiku berdebar-debar. “Kalau boleh bapak tahu tentang persoalan apa” tanyanya hati-hati, suaranya mampu meneduhkan perasaanku sedang kacau. Ku ceritakan apa yang ku alami tadi malam. “Saya merasa diri saya betul-betul kesepian, saya merasa saya betul sendirian, saya butuh seseorang yang bisa menjadi tempat saya berbagi. berbagi masalah, berbagi suka dan duka, dan disisi lain saya punya prinsip saya tidak ingin pacaran, saya ingin sebuah hubungan yang di ridhai oleh-Nya, saya hanya ingin menikah, akan tetapi untuk menikah sekarang saya belum siap. Saya mencintai seseorang, sudah sembilan tahun saya menyukainya, Tapi entah kenapa saya sama sekali tidak bisa melupakan dia. Saya tidak bisa berhenti memikirkannya. Saya bingung harus bagaimana”.
“Siapa dia, apakah dia mahasiswa kampus ini, dan apakah dia sudah tahu bagaimana perasaanmu kepadanya” tanya Pak Amir. “Namanya Azzah pak, dia bukan mahasiswa kampus ini, dia sekarang kuliah di Unhas. Saya kenal dia waktu Sekolah SLTP dulu, dia teman sekelas saya, orangnya cantik, cerdas, dan sholehah, dan menurut saya belum ada wanita yang mampu membuat saya jatuh cinta seperti saya jatuh cinta padanya”. “saya tahu bahwa sekarang dia juga masih belum punya pacar, ada keluarga saya yang juga kuliah disana. biasanya saya menanyakan tentang dia melalui sepupu saya tersebut. tapi terus terang pak, saya tidak ingin pacaran, saya hanya ingin hati menjadi tenang kembali, lagi pula kuliah saya baru semester II, rencananya saya ingin menikah kalau saya sudah lulus kuliah.
“Bapak ingin cerita kisah cinta bapak, kamu mau mendengarnya”
“Iya pak, saya siap mendengarkannya”
“Dulu waktu bapak masih sekolah di Madrasah Aliyah, Bapak sempat punya pacar, bahkan bukan cuma satu orang, tapi dua atau tiga orang, bapak terpengaruh oleh teman-teman bapak, kalau ga punya pacar biasanya di olok-olok teman. Akhirnya bapak punya pacar juga, tapi pacaran yang bapak lakukan hanyalah agar tidak dikata-katai oleh teman-teman bapak. Bapak sadar apa yang bapak lakukan bukanlah berdasarkan keinginan hati bapak, bapak merasa apa yang bapak lakukan bertentangan dengan hati nurani bapak. Akhirnya sebelum bapak berangkat ke luar negeri, yaitu ke Syria, bapak putuskan secara baik-baik cewek-cewek bapak itu”.
“Di Syria bapak juga pernah mau dijodohkan dengan seorang muallaf asal Syria, mereka orang-orang Syria lebih percaya kepada mahasiswa Indonesia daripada mahasiswa Syria. Dalam pandangan mereka orang Indonesia dibandingkan orang lokal sana ada keistimewaannya, diantaranya adalah, mereka yang belajar keluar negeri untuk mempelajari ilmu agama adalah mereka yang istimewa. mereka mau berangkat jauh-jauh dari indonesia kesini untuk menuntut ilmu agama”. Mereka berharap para muallaf tersebut bisa dibimbing oleh orang-orang yang punya kecintaan terhadap ilmu. dan konsekuen menerapkan ilmunya, Tapi orang tua bapak tidak setuju”.
“Ngomong-ngomong, umurmu sekarang berapa?”
“23 tahun pak”
“Boleh bapak lanjutkan ceritanya”
“Saya akan dengarkan”
Setelah lulus dari Syria bapak melanjutkan kuliah ke Madinah, Baik di Syria maupun di Madinah, dua-duanya dibiayai dengan uang beasiswa. di Syria bapak Lulus dengan predikat Mumtadz, begitu pun di Madinah.
“Nah setelah lulus, bapak langsung dikenalkan dengan ibu ketua kampus ini, bapak di minta mengajar. bapak sudah berniat untuk mengamalkan ilmu yang bapak peroleh di luar negeri tersebut di tanah air, walaupun disana bapak juga mendapat tawaran untuk melanjutkan S3 bapak, dengan biaya ditanggung pemerintah Madinah, di sana bapak banyak kenalan dengan orang-orang KBRI, kadang bapak di minta untuk menjadi Bodyguard yang kerjanya menemani atase-atase di sana. atau terkadang menjaga tempat kediamannya, ya kalau dilihat fostur tubuh bapak memang cukup pantas untuk tugas itu, kepandaian bapak dalam bahasa arab menunjang pekerjaan bapak, kerena yang datang kerumah para atase-atase itu bukan sekedar orang indonesia saja”.
“Umur bapak sekarang 28 tahun, orang tua bapak ingin sekali bapak menikah. Kamu tahu siapa yang menjadi pilihan bapak untuk menjadi pendamping bapak”. Aku menggeleng, Bapak sudah musyawarah dengan orang tua bapak. Bapak sudah menanyakan apa ada calon yang ingin orang tua bapak ajukankan untuk bapak pertimbangan, bapak merasa orang tua punya hak untuk mengajukan siapa yang akan menjadi pendamping kita. Orang tua bapak menyerahkan semuanya kepada bapak, yang penting wanita tersebut adalah wanita yang sholehah, pesan beliau kepada bapak.
“Wanita yang menjadi pilihan bapak, kalau dilihat dari kecantikannya, wajahnya biasa-biasa saja atau bahkan dibawah standarmu ” dia tidak cantik secara fisik, bapak mencintainya kerena dia adalah wanita yang sholehah, dia adalah anak dari kyai di pesantren tempat bapak belajar dulu. Bapak ingin menjadi hadiah baginya, Pendidikannya juga hanya Madrasah Aliyah. Raut Wajahku berubah mendengar pilihan Pak Ramli, mengingatkanku siapa diriku. Aku begitu menuntut yang sempurna, padahal siapalah diriku, apalah kelebihanku. sedangkan Pak Ramli Seorang pemuda yang tampan, Lulusan luar negeri, punya pekerjaan yang mapan, dan kelebihan-kelebihan yang lainnya, memilih seorang wanita yang wajahnya di bawah standarku, tanpa terasa ada yang menggenang dikedua mataku, kemudian air mataku jatuh satu persatu membasahi pipiku. Aku betul-betul terharu. ”Saya tidak sanggup seperti bapak” lirihku sambil berusaha menyembunyikan air mataku. “Saya masih belum bisa mencintai wanita yang tidak cantik, wanita yang sekedar sholehah saja. Jika yang cantik memilih yang tampan, dan sebaliknya semua yang tampan memilih yang cantik, kapan mereka punya kesempatan untuk memperbaiki keturunan, jawabnya sambil bercanda. Mereka yang sholehah namun tidak di anugrahi kecantikan oleh Allah sebenarnya mereka juga berharap mendapatkan pasangan yang tampan, terkadang mereka tidak percaya diri, mereka merasa minder, nah bapak bermaksud menjadi hadiah bagi mereka. Mereka Sholehah, Qanitat, dan Khafizat. Jika bapak memilih wanita hanya kerena kecantikannya saja bapak malu kepada Allah, bapak selalu mengingatkan orang-orang agar dalam memilih jodoh selalu melihat aspek agama sebagai hal nomor satu yang harus dipertimbangkan, nah kalau bapak sendiri memilih yang cantik. Apa kata dunia. Lagi-lagi beliau tersenyum.
“Dan pesan bapak, sebelum kita mengharapkan seorang wanita yang sholehah maka hendaklah kita berkaca diri, sejauh mana kualitas diri kita, jika kita adalah laki-laki yang sholeh maka yakinlah bahwa kita akan mendapatkan wanita yang sholehah pula. Sebagaimana firman Allah yang berbunyi:
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita yang keji (pula) dan wanita yang baik-baik adalah untuk laki-laki yang baik-baik dan laki-laki yang baik-baik adalah untuk wanita yang baik-baik (pula)…… (An Nuur: 26)
Bacaan Al Qur’annya begitu fasih. Aku semakin merasa diriku kecil. “Jangan seperti debu yang merasa seperti gunung” nasehat dalam hati.
Selain ayat di atas ada hal yang perlu kamu ketahui, ada tiga tangga menuju pernikahan, 3 Si, Si yang pertama adalah Koleksi, Si yang kedua adalah Seleksi, dan Si yang terakhir adalah Resepsi, Ketika kamu belum siap untuk menikah maka kamu hendaknya hanya menapaki tangga pertama yakni koleksi, kamu berhak mengenal seorang wanita yang menurutmu cocok untukmu, bahkan bukan Cuma satu orang, dua atau tiga juga tidak apa-apa, tapi ingat belum saatnya bagi kamu untuk mengutarakan perasaanmu, kerena kamu belum siap untuk menikah. Ketika kamu sudah siap menikah maka kamu boleh menapaki tangga kedua yaitu seleksi, memilih siapa diantara mereka yang kamu pikir pantas dan sanggup mendampingi hidup, jika diantara mereka ada yang menolak masih ada yang lain, kalau kamu memang sudah siap menikah nantinya bapak do’akan kamu supaya mendapatkan yang terbaik menurut Allah. Nah Si yang ketiga adalah Resepsi, bapak yakin kamu sudah mengerti.
“Dan mengenai apa yang kamu alami tadi malam, pasrahkan seluruh perasaanmu kepada Allah, kembalikan hatimu kepada satu-satunya yang berhak kita cinta yaitu Allah, hatimu telah menduakannya,”. Aku baru sadar ternyata aku terlalu berlebihan dalam mencintainya, bahkan melebihi cinta kepada Allah, Buktinya aku tidak bisa tenang walaupun hatiku juga mengingat Allah. “Hati itu ibarat sebuah kursi, apabila sudah terisi dengan Allah maka yang lain tidak akan bisa mendudukinya, tapi apabila kursi itu sudah terisi dengan yang hal-hal yang lain. maka Allah pun akan tersinggirkan. di dunia ini,hanya ada dua pilihan yaitu baik atau buruk. Apabila terisi dengan kebaikan maka keburukan yang akan menyingkir dan begitu pula sebaliknya. pilihan ada di tanganmu.
“Bagaimana perasaanmu sekarang, Mir”
“Alhamdulillah pak, Hati saya sudah merasa tenang, saya benar-benar mendapat pencerahan malam ini, rupanya Allah menguji saya dengan kejadian semalam agar saya memahami makna cinta yang sejati”
Cinta yang didasarkan benar-benar kerena-Nya. Seperti apa yang bapak jelaskan.
“Ah perasaan ini lagi…………” gumamku.
Hatiku tidak tentram, rasanya ingin sekali aku berteriak sekeras-kerasnya, atau menangis sejadi-jadinya. tapi akal sehatku masih jalan. Aku sadar aku lelaki, aku harus mampu tegar, lagi pula aku tidak sendirian di rumah kost ini, disini ada banyak orang, aku takut membuat anak-anak kecil mereka bangun. aku tidak ingin orang-orang dirumah ini menyangka aku gila kerena berteriak tanpa sebab yang mereka ketahui. Tapi serasa aku memang sudah hampir gila. “Sekali lagi aku harus tegar” Ucapku dalam hati.
Aku dilanda rindu yang sangat, aku dirundung rindu yang begitu berat. membuat batinku terasa tersiksa, merana. Hatiku seolah-olah digerogoti oleh sesuatu. Bayangan Azzah menari-nari dipelupuk mataku. Aku coba membuangnya jauh-jauh, tapi usahaku tetap sia-sia. Hatiku terus berdebar-debar kalau aku mengingat namanya. Aku sering mengalami ini, tapi kali ini serasa begitu luar biasa. “Ya Allah, beri hamba kekuatan ya Allah” do’aku. Sebagai seorang muslim aku tahu perasaan ini seharusnya mampu aku kendalikan. Tapi aku manusia, aku laki-laki normal, aku bukan malaikat. “Laki-laki mana ya Allah yang tidak jatuh hati padanya” ucapku. Cinta pada pandangan pertama, itulah yang aku alami. “Sudah sembilan tahun ya Allah perasaan ini aku redam” itu semua kerena-Mu, tapi sepertinya kali ini aku sudah hampir tidak sanggup lagi meredamnya, menyimpannya sendiri. Aku tahu ini ujian dari-Mu, dan aku pun tahu Engkau tidak akan menguji hambamu diluar batas kemampuan hamba. Hamba belum siap mengutarakan perasaan hamba, hamba belum siap untuk menjadikan cinta ini menjadi halal, hamba tidak ingin menjadi tumbal cinta ya Allah, tentramkan hati hamba Ya Allah”. Ku coba lafadzkan dzikir berharap dapatkan ketenangan. Kutarik nafasku dan kusertakan Asma-Nya. tapi hatiku masih resah, belum juga tenang. “aku harus berkonsultasi dengan seseorang” pikirku. “Aku tidak bisa menyimpan permasalahan ini sendirian. bisa-bisa nanti aku jadi gila. tapi siapa ya” otakku berpikir keras. “Siapa ya yang bisa kupercaya dan bisa memahami bagaimana diriku dan permasalahanku”. Akhirnya kuputuskan untuk berkonsultasi dengan pak Ramli. Dosenku sekaligus dosen pembimbingku di kampus.
Sudah hampir satu jam, Aku juga belum tidur Ya Allah makhluk Engkau yang mana yang tidak jatuh hati padanya, Dia begitu mempesona, sederet kehebatan yang dimilikinya, cantik, cerdas, sholehah, kecantikannya alami bukan polesan, sepertinya Engkau menciptakannya dari ektrak dedaunan tanpa pengawet. Wajar kalau dia menjadi dambaan setiap pria. Tapi aneh ya Allah sampai kini dia belum juga punya pacar. Itulah yang membuat aku jatuh cinta padanya, dia selalu menjaga diri, menjaga kehormatannya sebagai seorang wanita, sebagai seorang muslimah yang sholehah. Suaranya begitu merdu, tapi bukan sekedar merdu ya Allah, budi bahasanya juga luar biasa. Dia bukan sekedar pandai ya Allah tapi juga cerdas. Aku suka caranya bergaul, caranya bicara padaku, semua yang ada dalam dirinya aku suka. Malam tambah larut, aku tertidur setelah puas mengadukan segala permasalahanku pada-Nya.
***
Hari ini kuliah libur, sehingga aku bisa melakukan aktifitasku seperti biasa, berjualan keliling untuk mendapatkan sesuap nasi, dan kalau ada berlebih kusisihkan untuk orang tuaku, walaupun nilai tidak seberapa tapi setidaknya dapat meringankan beban beliau. kalau pagi aku berangkat jam delapan dan pulang pukul 12.00, istirahat sebentar dan kembali menyiapkan barang daganganku dan kalau sudah pukul 15.00 wita aku mulai mempersiakan daganganku, aku biasa mulai berjualan pukul 16.00 wita ba’da ashar.
“Pak, ada waktu kah nanti malam, ada hal yang ingin saya konsultasikan, sorry pak sms soalnya lagi boke, pulsa tingal dikit”. Kukirim sebuah sms kepada Pak Ramli. Beliau adalah seorang dosen lulusan luar negeri, S1-nya di Syiria, dan S2-nya di Madinah. Beliau adalah sosok dosen yang tawadhu’, disenangi oleh semua mahasiswa, masih muda, usianya baru 28 tahun. “Insya Allah ada, datang aja nanti malam, saya tunggu” balas beliau. Aku senang sekali, rasanya aku tidak sabar lagi ingin mengutarakan permasalahanku kepada beliau, tapi aku harus melakukan pekerjaanku.
Matahari sebentar lagi akan tenggelam. Warna kuning keemasan bersepuh kemerahan yang terpancar dari bola matahari menampilkan pemandangan luar biasa indah. Cahaya Matahari mengingatkanku untuk segera pulang. Sebelum magrib aku sudah tiba dirumah, kubersihkan tubuhku, mandi dan berwudhu. Suara lantunan ayat suci Al Qur’an terdengar jelas dari mesjid yang terletak tak jauh dari tempat tinggalku, menandakan maghrib akan segera tiba. Seusai shalat maghrib segera aku menuju ke wisma dosen yang merupakan tempat tinggal para dosen di kampusku. Kuketuk pintu wisma seraya ku ucapkan salam,
“Assalamualaikum………”
“Wa alaikum salam warahmatullahi wabarkatuh” jawab penghuni wisma yang tak lain adalah pak Ramli. Seraya membukakan pintu.
“Masuk Mir” titah Pak Ramli.
“Duduk, sebentar ya” ia masuk kekamarnya dan kemudian keluar dengan membawa dua gelas air bersama kue kering dan jajanan lainnya. “Ga usah repot-repot pak” jawabku. “Maaf cuma air putih” katanya sambil tersenyum.
“Ada apa mir” tanya dosen yang lain, yang tinggal serumah dengan Pak Ramli. “Mau ngajak Pak Ramli jalan Pak” jawabku. Kok cuma Pak Ramli yang di ajak” tanyanya dengan nada bercanda, aku hanya tersenyum.
Kota Samarinda terang oleh sinar purnama. Semilir angin yang bertiup dari utara membawa hawa sejuk. Sebagian rumah telah menutup pintu dan jendelanya. Aku dan Pak Ramli segera melesat meninggalkan wisma. “Kemana nih kita” tanya Pak Ramli padaku.
“Kita cari makan dulu pak, habis itu baru saya ceritakan hal yang ingin saya konsultasikan nanti”. “Makan dimana yuk pak”. “Terserah kamu aja” kami terus menyusuri jalan Yos Soedarso mencari warung tenda yang biasanya buka dimalam hari.
“Dimana nih mau ceritanya, gimana kalau di kost mu aja”. tanya Pak Ramli setelah selesai makan.
“Jangan di kost saya pak, kost saya suasananya ga mendukung, apalagi ada banyak orang disana”. “Atau kita balik lagi ke wisma” saran Pak Ramli lagi. Tapi wisma juga ada dosen-dosen yang lain, atau gini aja kita nyantai di sekitar wisma aja, disana kan ada kursi panjang, nah disitu aja”. “Ok deh Pak” kupikir saran Pak ramli Bagus juga, dari pada bingung-bingung.
“Jadi apa nih yang mau di konsultasikan” Ustadz Ramli membuka pembicaraan. “Permasalahan ini sebenarnya sudah lama saya alami, tapi tadi malam saya merasa masalah yang saya alami ini semakin rumit saja, ibarat suatu penyakit mungkin ini bisa dikatakan sudah sangat parah atau kronis, oleh kerena itu saya merasa harus segera ditangani oleh dokter yang tepat, dan menurut pandangan saya, bapaklah orang yang menurut saya paling tepat itu, tapi saya bingung mulai dari mana ceritanya ” jawabku panjang lebar. Hatiku berdebar-debar. “Kalau boleh bapak tahu tentang persoalan apa” tanyanya hati-hati, suaranya mampu meneduhkan perasaanku sedang kacau. Ku ceritakan apa yang ku alami tadi malam. “Saya merasa diri saya betul-betul kesepian, saya merasa saya betul sendirian, saya butuh seseorang yang bisa menjadi tempat saya berbagi. berbagi masalah, berbagi suka dan duka, dan disisi lain saya punya prinsip saya tidak ingin pacaran, saya ingin sebuah hubungan yang di ridhai oleh-Nya, saya hanya ingin menikah, akan tetapi untuk menikah sekarang saya belum siap. Saya mencintai seseorang, sudah sembilan tahun saya menyukainya, Tapi entah kenapa saya sama sekali tidak bisa melupakan dia. Saya tidak bisa berhenti memikirkannya. Saya bingung harus bagaimana”.
“Siapa dia, apakah dia mahasiswa kampus ini, dan apakah dia sudah tahu bagaimana perasaanmu kepadanya” tanya Pak Amir. “Namanya Azzah pak, dia bukan mahasiswa kampus ini, dia sekarang kuliah di Unhas. Saya kenal dia waktu Sekolah SLTP dulu, dia teman sekelas saya, orangnya cantik, cerdas, dan sholehah, dan menurut saya belum ada wanita yang mampu membuat saya jatuh cinta seperti saya jatuh cinta padanya”. “saya tahu bahwa sekarang dia juga masih belum punya pacar, ada keluarga saya yang juga kuliah disana. biasanya saya menanyakan tentang dia melalui sepupu saya tersebut. tapi terus terang pak, saya tidak ingin pacaran, saya hanya ingin hati menjadi tenang kembali, lagi pula kuliah saya baru semester II, rencananya saya ingin menikah kalau saya sudah lulus kuliah.
“Bapak ingin cerita kisah cinta bapak, kamu mau mendengarnya”
“Iya pak, saya siap mendengarkannya”
“Dulu waktu bapak masih sekolah di Madrasah Aliyah, Bapak sempat punya pacar, bahkan bukan cuma satu orang, tapi dua atau tiga orang, bapak terpengaruh oleh teman-teman bapak, kalau ga punya pacar biasanya di olok-olok teman. Akhirnya bapak punya pacar juga, tapi pacaran yang bapak lakukan hanyalah agar tidak dikata-katai oleh teman-teman bapak. Bapak sadar apa yang bapak lakukan bukanlah berdasarkan keinginan hati bapak, bapak merasa apa yang bapak lakukan bertentangan dengan hati nurani bapak. Akhirnya sebelum bapak berangkat ke luar negeri, yaitu ke Syria, bapak putuskan secara baik-baik cewek-cewek bapak itu”.
“Di Syria bapak juga pernah mau dijodohkan dengan seorang muallaf asal Syria, mereka orang-orang Syria lebih percaya kepada mahasiswa Indonesia daripada mahasiswa Syria. Dalam pandangan mereka orang Indonesia dibandingkan orang lokal sana ada keistimewaannya, diantaranya adalah, mereka yang belajar keluar negeri untuk mempelajari ilmu agama adalah mereka yang istimewa. mereka mau berangkat jauh-jauh dari indonesia kesini untuk menuntut ilmu agama”. Mereka berharap para muallaf tersebut bisa dibimbing oleh orang-orang yang punya kecintaan terhadap ilmu. dan konsekuen menerapkan ilmunya, Tapi orang tua bapak tidak setuju”.
“Ngomong-ngomong, umurmu sekarang berapa?”
“23 tahun pak”
“Boleh bapak lanjutkan ceritanya”
“Saya akan dengarkan”
Setelah lulus dari Syria bapak melanjutkan kuliah ke Madinah, Baik di Syria maupun di Madinah, dua-duanya dibiayai dengan uang beasiswa. di Syria bapak Lulus dengan predikat Mumtadz, begitu pun di Madinah.
“Nah setelah lulus, bapak langsung dikenalkan dengan ibu ketua kampus ini, bapak di minta mengajar. bapak sudah berniat untuk mengamalkan ilmu yang bapak peroleh di luar negeri tersebut di tanah air, walaupun disana bapak juga mendapat tawaran untuk melanjutkan S3 bapak, dengan biaya ditanggung pemerintah Madinah, di sana bapak banyak kenalan dengan orang-orang KBRI, kadang bapak di minta untuk menjadi Bodyguard yang kerjanya menemani atase-atase di sana. atau terkadang menjaga tempat kediamannya, ya kalau dilihat fostur tubuh bapak memang cukup pantas untuk tugas itu, kepandaian bapak dalam bahasa arab menunjang pekerjaan bapak, kerena yang datang kerumah para atase-atase itu bukan sekedar orang indonesia saja”.
“Umur bapak sekarang 28 tahun, orang tua bapak ingin sekali bapak menikah. Kamu tahu siapa yang menjadi pilihan bapak untuk menjadi pendamping bapak”. Aku menggeleng, Bapak sudah musyawarah dengan orang tua bapak. Bapak sudah menanyakan apa ada calon yang ingin orang tua bapak ajukankan untuk bapak pertimbangan, bapak merasa orang tua punya hak untuk mengajukan siapa yang akan menjadi pendamping kita. Orang tua bapak menyerahkan semuanya kepada bapak, yang penting wanita tersebut adalah wanita yang sholehah, pesan beliau kepada bapak.
“Wanita yang menjadi pilihan bapak, kalau dilihat dari kecantikannya, wajahnya biasa-biasa saja atau bahkan dibawah standarmu ” dia tidak cantik secara fisik, bapak mencintainya kerena dia adalah wanita yang sholehah, dia adalah anak dari kyai di pesantren tempat bapak belajar dulu. Bapak ingin menjadi hadiah baginya, Pendidikannya juga hanya Madrasah Aliyah. Raut Wajahku berubah mendengar pilihan Pak Ramli, mengingatkanku siapa diriku. Aku begitu menuntut yang sempurna, padahal siapalah diriku, apalah kelebihanku. sedangkan Pak Ramli Seorang pemuda yang tampan, Lulusan luar negeri, punya pekerjaan yang mapan, dan kelebihan-kelebihan yang lainnya, memilih seorang wanita yang wajahnya di bawah standarku, tanpa terasa ada yang menggenang dikedua mataku, kemudian air mataku jatuh satu persatu membasahi pipiku. Aku betul-betul terharu. ”Saya tidak sanggup seperti bapak” lirihku sambil berusaha menyembunyikan air mataku. “Saya masih belum bisa mencintai wanita yang tidak cantik, wanita yang sekedar sholehah saja. Jika yang cantik memilih yang tampan, dan sebaliknya semua yang tampan memilih yang cantik, kapan mereka punya kesempatan untuk memperbaiki keturunan, jawabnya sambil bercanda. Mereka yang sholehah namun tidak di anugrahi kecantikan oleh Allah sebenarnya mereka juga berharap mendapatkan pasangan yang tampan, terkadang mereka tidak percaya diri, mereka merasa minder, nah bapak bermaksud menjadi hadiah bagi mereka. Mereka Sholehah, Qanitat, dan Khafizat. Jika bapak memilih wanita hanya kerena kecantikannya saja bapak malu kepada Allah, bapak selalu mengingatkan orang-orang agar dalam memilih jodoh selalu melihat aspek agama sebagai hal nomor satu yang harus dipertimbangkan, nah kalau bapak sendiri memilih yang cantik. Apa kata dunia. Lagi-lagi beliau tersenyum.
“Dan pesan bapak, sebelum kita mengharapkan seorang wanita yang sholehah maka hendaklah kita berkaca diri, sejauh mana kualitas diri kita, jika kita adalah laki-laki yang sholeh maka yakinlah bahwa kita akan mendapatkan wanita yang sholehah pula. Sebagaimana firman Allah yang berbunyi:
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita yang keji (pula) dan wanita yang baik-baik adalah untuk laki-laki yang baik-baik dan laki-laki yang baik-baik adalah untuk wanita yang baik-baik (pula)…… (An Nuur: 26)
Bacaan Al Qur’annya begitu fasih. Aku semakin merasa diriku kecil. “Jangan seperti debu yang merasa seperti gunung” nasehat dalam hati.
Selain ayat di atas ada hal yang perlu kamu ketahui, ada tiga tangga menuju pernikahan, 3 Si, Si yang pertama adalah Koleksi, Si yang kedua adalah Seleksi, dan Si yang terakhir adalah Resepsi, Ketika kamu belum siap untuk menikah maka kamu hendaknya hanya menapaki tangga pertama yakni koleksi, kamu berhak mengenal seorang wanita yang menurutmu cocok untukmu, bahkan bukan Cuma satu orang, dua atau tiga juga tidak apa-apa, tapi ingat belum saatnya bagi kamu untuk mengutarakan perasaanmu, kerena kamu belum siap untuk menikah. Ketika kamu sudah siap menikah maka kamu boleh menapaki tangga kedua yaitu seleksi, memilih siapa diantara mereka yang kamu pikir pantas dan sanggup mendampingi hidup, jika diantara mereka ada yang menolak masih ada yang lain, kalau kamu memang sudah siap menikah nantinya bapak do’akan kamu supaya mendapatkan yang terbaik menurut Allah. Nah Si yang ketiga adalah Resepsi, bapak yakin kamu sudah mengerti.
“Dan mengenai apa yang kamu alami tadi malam, pasrahkan seluruh perasaanmu kepada Allah, kembalikan hatimu kepada satu-satunya yang berhak kita cinta yaitu Allah, hatimu telah menduakannya,”. Aku baru sadar ternyata aku terlalu berlebihan dalam mencintainya, bahkan melebihi cinta kepada Allah, Buktinya aku tidak bisa tenang walaupun hatiku juga mengingat Allah. “Hati itu ibarat sebuah kursi, apabila sudah terisi dengan Allah maka yang lain tidak akan bisa mendudukinya, tapi apabila kursi itu sudah terisi dengan yang hal-hal yang lain. maka Allah pun akan tersinggirkan. di dunia ini,hanya ada dua pilihan yaitu baik atau buruk. Apabila terisi dengan kebaikan maka keburukan yang akan menyingkir dan begitu pula sebaliknya. pilihan ada di tanganmu.
“Bagaimana perasaanmu sekarang, Mir”
“Alhamdulillah pak, Hati saya sudah merasa tenang, saya benar-benar mendapat pencerahan malam ini, rupanya Allah menguji saya dengan kejadian semalam agar saya memahami makna cinta yang sejati”
Cinta yang didasarkan benar-benar kerena-Nya. Seperti apa yang bapak jelaskan.
Jumat, 07 Agustus 2009
KITA TERLALU SERING... HINGGA LUPA
Kita terlalu sering menuntut yang sempurna
Hingga lupa kita juga kita tidak sempurna...
Kita terlalu sering membicarakan kejelekan orang lain
Hingga lupa kejelekan kita sendiri...
Kita terlalu sering mengklaim orang lain salah
Hingga kita lupa
Kita sering merasa diri kita benar....
Kita terlalu sering dibuai pujian
Hingga lupa cara bersabar atas makian dan cacian...
Kita terlalu sering dibuai nikmat
Hingga lupa apa itu penderitaan...
Kita terlalu sering menghujat dan melaknat
Hingga lupa cara memuji dan berterima kasih
Kita terlalu sering mendendam
Hingga lupa cara memberi maaf...
Kita terlalu sering melukai hati orang lain
Hingga kita lupa bagaimana perihnya luka
Kita terlalu sering bermain kata-kata
Hingga semuanya tak lagi bermakna...
Kita terlalu sering...
terlalu sering... dan terlalu sering..,
Sebelum pintu taubat tertutup...
Sebelum dosa semakin menumpuk...
Sebelum semuanya terlambat...
Mari intropeksi diri
Belajar menerima kekurangan orang lain
....
Bagaimana... Setuju..,
By: Arbani
SAHABAT AKU IRI PADA KALIAN
Sahabat aku iri padamu
Kalian begitu rendah hati dengan seribu kelebihan
Sementara aku tidak...
Aku terlalu sombong dengan satu kelebihan...
Sahabat aku iri pada kalian
Kalian begitu peduli padaku....
Sementara aku tidak...
Aku terlalu memikirkan diriku sendiri...
Sahabat aku iri pada kalian
Lidah kalian begitu ringan mengucapkan terima kasih dan maaf...
Sementara aku tidak... Aku pendendam...
Sahabat bimbing aku ke jalan-Nya
Tuntun aku kepada petunjuk-Nya
Bantu aku mensyukuri nikmat-Nya
Agar diakhirat kelak aku dapat berjumpa dengan-Nya
Agar dapat ku menatap wajah-Nya
Amiiiin . . . !!!
By: arbani
Tanpa judul
^1 nM trukh!r dlM hT!Q
1 Nm4 Q Pu2k d9n rs4 ksh sy4Nk,1 nM y9 mMbwt aQ m'rs4kn c!Nt4,1 nM y9 m'n9hncrKn ht!Q..
S'suN99hnX Aq MSh sy4nk,s'SuN99hX aQ msh . . . By: L!SA
Hingga lupa kita juga kita tidak sempurna...
Kita terlalu sering membicarakan kejelekan orang lain
Hingga lupa kejelekan kita sendiri...
Kita terlalu sering mengklaim orang lain salah
Hingga kita lupa
Kita sering merasa diri kita benar....
Kita terlalu sering dibuai pujian
Hingga lupa cara bersabar atas makian dan cacian...
Kita terlalu sering dibuai nikmat
Hingga lupa apa itu penderitaan...
Kita terlalu sering menghujat dan melaknat
Hingga lupa cara memuji dan berterima kasih
Kita terlalu sering mendendam
Hingga lupa cara memberi maaf...
Kita terlalu sering melukai hati orang lain
Hingga kita lupa bagaimana perihnya luka
Kita terlalu sering bermain kata-kata
Hingga semuanya tak lagi bermakna...
Kita terlalu sering...
terlalu sering... dan terlalu sering..,
Sebelum pintu taubat tertutup...
Sebelum dosa semakin menumpuk...
Sebelum semuanya terlambat...
Mari intropeksi diri
Belajar menerima kekurangan orang lain
....
Bagaimana... Setuju..,
By: Arbani
SAHABAT AKU IRI PADA KALIAN
Sahabat aku iri padamu
Kalian begitu rendah hati dengan seribu kelebihan
Sementara aku tidak...
Aku terlalu sombong dengan satu kelebihan...
Sahabat aku iri pada kalian
Kalian begitu peduli padaku....
Sementara aku tidak...
Aku terlalu memikirkan diriku sendiri...
Sahabat aku iri pada kalian
Lidah kalian begitu ringan mengucapkan terima kasih dan maaf...
Sementara aku tidak... Aku pendendam...
Sahabat bimbing aku ke jalan-Nya
Tuntun aku kepada petunjuk-Nya
Bantu aku mensyukuri nikmat-Nya
Agar diakhirat kelak aku dapat berjumpa dengan-Nya
Agar dapat ku menatap wajah-Nya
Amiiiin . . . !!!
By: arbani
Tanpa judul
^1 nM trukh!r dlM hT!Q
1 Nm4 Q Pu2k d9n rs4 ksh sy4Nk,1 nM y9 mMbwt aQ m'rs4kn c!Nt4,1 nM y9 m'n9hncrKn ht!Q..
S'suN99hnX Aq MSh sy4nk,s'SuN99hX aQ msh . . . By: L!SA
Selasa, 04 Agustus 2009
DALAM KUNGKUNGAN TEKNOLOGI
Banyak hal yg berubah seiring dengan semakin maju dan berkembangnya teknologi, diantara perubahan itu bisa kita lihat dari hal yang kecil misalnya kalkulator sebagai alat hitung... kemudian ponsel sebagai alat komunikasi... kemudian facebook sebagai sebuah kumunitas yg tidak dibatasi oleh jarak... lalu ada blog..., dan lebih canggih lagi GPS, yg sdh menggunakan jasa satelit untuk mendeteksi keberadaan seseorang melalui sinyal ponsel.., perubahan-perubahan tersebut jg berpengaruh terhadap mental-mental kita sebagai pengguna teknologi tersebut, dan yang paling jelas kelihatan dampaknya adalah kita semakin tergantung pada teknologi. Otak menjadi tumpul setelah kita terlalu sering menggunakan kalkulator.., dan yang sekarang yang ingin saya angkat dalam tulisan ini adalah aplikasi ponsel tentang Al Qur'an meliputi Al Qur'an 30 juz maupun Al Qur'an terjemah... jangan sampai dengan semakin mudahnya membaca Al Qur'an dan terjemahnya kita menjadi semakin jauh dengan Al Qur'an maksudnya Al Qur'an hanya di buka untuk menjawab pertanyaan ketika ujian semester atau quis ataupun ulangan lain. kalau hal ini terjadi bukankah teknologi semakin mengkungkung kita. Oleh kerena itu jangan sampai tertipu dengan semakin majunya teknologi. akhirnya bijak dalam menggunakan teknologi adalah solusinya.
Rabu, 15 Juli 2009
Tak ada yang sempurna selain Cinta-Mu
Semua kenanganku bersamanya
telah hilang bak debu diterpa angin,
hanya saja debu-debu itu tak hilang seutuhnya...
Dia hanya berpindah tempat ketempat yang lain
sungguh tak kuasa aku dihadapan cinta ini
tapi ada satu cinta yang selalu menyertaiku
disaat suka maupun duka
yaitu cinta-Nya yang hak...
sungguh aku telah jauh menghianati Cinta-Nya
ampuni aku Ya Allah. . .
kenapa begitu berani aku menduakan Cinta-Mu
tak ada yang sempurna selain cinta-Mu.
telah hilang bak debu diterpa angin,
hanya saja debu-debu itu tak hilang seutuhnya...
Dia hanya berpindah tempat ketempat yang lain
sungguh tak kuasa aku dihadapan cinta ini
tapi ada satu cinta yang selalu menyertaiku
disaat suka maupun duka
yaitu cinta-Nya yang hak...
sungguh aku telah jauh menghianati Cinta-Nya
ampuni aku Ya Allah. . .
kenapa begitu berani aku menduakan Cinta-Mu
tak ada yang sempurna selain cinta-Mu.
UNTUK SAHABAT . . .
SAHABAT . . .
Entah kapan kita akan bertemu
Bertatap muka kembali
Sungguh kini hanya tinggal kenangan yang tersimpan didalam memory... ini.
SAHABAT . . .
Aku akan selalu merindukan kalian
Walau kalian tak akan merindukan ku
tapi aku yakin kalian tidak akan pernah lupa denganku
kerena diantara kita telah terjalin ikatan ukhuwah yang tidak akan terpisah, kecuali kita dipanggil oleh-Nya
SAHABAT . . .
Berjuanglah !!!
kerena setelah ini akan banyak cobaan lagi yang entah bagaimana
kita semua tak tahu
Semoga kita kan selalu bersama, walaupun raga kita jauh tapi hati kita selalu bersama
hingga akhir hayat kita
Aku selalu merindukan kalian.
SAHABAT . . .
Dulu kita dapat tertawa bersama
tak ada hal yang kita sembunyikan dari tatapan mata kita
Ku tahu dirimu
seperti dirimu mengenal diriku
Kita telah mengukir cerita indah untuk dikenang
Kemarin saat kenangan itu terukir
Saat ini saat kita memgulang cerita itu
dan Esok ketika kita tersenyum mengenangnya
SAHABAT . . .
Jarak kita pun semakin jauh membentang
akankah semuanya jadi terkurang
atau hanyut terbawa gelombang
atau bahkan terkubur oleh waktu dan keadaan
SAHABAT . . .
dalam hatiku ini akan tetap membekas suatu kenangan,
Kau sungguh baik, supel, dan kumunikatif, siapapun yang mengenalmu pasti merindukanmu
namun untukku jangan biarkan aku terkulai lemas dalam kehampaan
Kerena rasa kangenku tak kau harapkan
BAGAIMANA AKU AKAN BERKATA “SELAMAT TINGGAL” KEPADA SESEORANG YANG TAK PERNAH AKU MILIKI?????
KENAPA TETES AIR MATA JATUH DEMI SESEORANG YANG TAK PERNAH MENJADI KEPUNYAANKU??
KENAPA AKU MERINDUKAN SESEORANG YANG MUNGKIN TAK PERNAH MERINDUKU????
Entah kapan kita akan bertemu
Bertatap muka kembali
Sungguh kini hanya tinggal kenangan yang tersimpan didalam memory... ini.
SAHABAT . . .
Aku akan selalu merindukan kalian
Walau kalian tak akan merindukan ku
tapi aku yakin kalian tidak akan pernah lupa denganku
kerena diantara kita telah terjalin ikatan ukhuwah yang tidak akan terpisah, kecuali kita dipanggil oleh-Nya
SAHABAT . . .
Berjuanglah !!!
kerena setelah ini akan banyak cobaan lagi yang entah bagaimana
kita semua tak tahu
Semoga kita kan selalu bersama, walaupun raga kita jauh tapi hati kita selalu bersama
hingga akhir hayat kita
Aku selalu merindukan kalian.
SAHABAT . . .
Dulu kita dapat tertawa bersama
tak ada hal yang kita sembunyikan dari tatapan mata kita
Ku tahu dirimu
seperti dirimu mengenal diriku
Kita telah mengukir cerita indah untuk dikenang
Kemarin saat kenangan itu terukir
Saat ini saat kita memgulang cerita itu
dan Esok ketika kita tersenyum mengenangnya
SAHABAT . . .
Jarak kita pun semakin jauh membentang
akankah semuanya jadi terkurang
atau hanyut terbawa gelombang
atau bahkan terkubur oleh waktu dan keadaan
SAHABAT . . .
dalam hatiku ini akan tetap membekas suatu kenangan,
Kau sungguh baik, supel, dan kumunikatif, siapapun yang mengenalmu pasti merindukanmu
namun untukku jangan biarkan aku terkulai lemas dalam kehampaan
Kerena rasa kangenku tak kau harapkan
BAGAIMANA AKU AKAN BERKATA “SELAMAT TINGGAL” KEPADA SESEORANG YANG TAK PERNAH AKU MILIKI?????
KENAPA TETES AIR MATA JATUH DEMI SESEORANG YANG TAK PERNAH MENJADI KEPUNYAANKU??
KENAPA AKU MERINDUKAN SESEORANG YANG MUNGKIN TAK PERNAH MERINDUKU????
Selasa, 14 Juli 2009
Bila Aku Jatuh Cinta
Dikutip dari situs dudung.net
ALLAHU RABBI...
Aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cintaku kepada-Mu berkurang
Hingga membuatku lalai akan adanya Engkau
ALLAHU RABBI
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku padamu tetap utuh
ALLAHU RABBI
Izinkanlah.,
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkanlah untukku seseorang yang hatinya
Penuh dengan kasih-Mu dan membuatku semakin mengagumi-Mu
ALLAHU RABBI
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Pertemukanlah kami dan berilah kami kesempatan untuk saling mendekati cinta-Mu
ALLAHU RABBI
Pintaku terakhir adalah
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan pernah palingkan wajah-Mu dariku
Anugrahkanlah aku cinta-Mu
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu.
ALLAHU RABBI...
Aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cintaku kepada-Mu berkurang
Hingga membuatku lalai akan adanya Engkau
ALLAHU RABBI
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku padamu tetap utuh
ALLAHU RABBI
Izinkanlah.,
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkanlah untukku seseorang yang hatinya
Penuh dengan kasih-Mu dan membuatku semakin mengagumi-Mu
ALLAHU RABBI
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Pertemukanlah kami dan berilah kami kesempatan untuk saling mendekati cinta-Mu
ALLAHU RABBI
Pintaku terakhir adalah
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan pernah palingkan wajah-Mu dariku
Anugrahkanlah aku cinta-Mu
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu.
Selasa, 07 Juli 2009
TENTANG JODOH
Ada yang berpendapat bahwa jodoh itu ditangan Allah, konsep jodoh bukan memilih tapi dipilihkan oleh Allah, mereka meyakini bahwa masing-masing dari mereka memiliki jodohnya masing-masing, menurut mereka jodoh tidak perlu dicari-cari, tak perlu dikejar-kejar, jika memang waktunya sudah tiba, jodoh itu akan datang dengan sendirinya. Namun ada juga yang berpendapat bahwa jodoh itu seperti rejeki, kita harus berikhtiar mencarinya kemudian bertawakkal dengan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah yang menentukan dan yang memberikan jodoh. Apapun pendapatmu tentang jodoh, ya silakan saja, pilih pendapat pertama atau kedua.
Banyak orang yang berprasangka buruk kepada Allah, ketika dia sedang kehilangan kekasih yang dia cintai, dia meyakini bahwa orang yang dia cintai adalah yang terbaik menurutnya, dia tidak sadar bahwa apa yang diterimanya selama ini adalah yang terbaik menurut Allah. Oleh kerena itu, Jangan berlebih-lebihan dalam mencintai, kerena bisa saja yang kamu cintai itu bukan yang terbaik untukmu, dan juga jangan berlebihan dalam membenci bisa saja apa kamu benci itu sebenarnya baik untuk kamu.
Tidak ada salahnya bercita-cita tinggi dan menginginkan bintang dilangit yang tinggi atau dengan kata lain kamu mengharapkan jodohmu adalah seorang putri raja yang cantik jelita, baik hati dan kaya raya. Tetapi ingat, tetapi sadarlah jangan seperti pungguk yang merindukan bulan. Mungkin ada yang mendapatkan yang seperti itu, tapi mungkin diantara seribu cuma satu Sadari apakah tanganmu cukup panjang untuk menggapai bintang dilangit itu atau apakah kau punya kekuatan untuk bisa terbang dan membawa pulang bintang. Ku sarankan kamu seperti yang disarankan seorang akhwat kepadaku, ku ucapkan terima kasih untuknya, dia bilang kalau kamu tidak mendapatkan bintang dilangit, kejarlah kunang-kunang bumi, kerena kunang-kunang bumi tak kalah indahnya dengan bintang dilangit dan yakinlah mendapatkan kunang-kunang bumi jauh lebih mudah daripada bintang dilangit. Bintang dilangit adalah orang yang kamu impikan menjadi jodohmu dan kunang-kunang bumi adalah orang yang ada disekitarmu, andai kamu bisa menerima sedikit kekurangannya yaitu dia tidak bisa setinggi bintang, kamu akan mendapatkan yang seindah bintang. Namun indahnya bintang membuat kita terpaku dan tak bisa melihat indahnya kunang-kunang.
Satu lagi pesan saudaraku untukku, mungkin juga cocok untukmu, menikahlah dengan orang yang mencintaimu dan kamu mencintainya.
Berusahalah menemukannya
Banyak orang yang berprasangka buruk kepada Allah, ketika dia sedang kehilangan kekasih yang dia cintai, dia meyakini bahwa orang yang dia cintai adalah yang terbaik menurutnya, dia tidak sadar bahwa apa yang diterimanya selama ini adalah yang terbaik menurut Allah. Oleh kerena itu, Jangan berlebih-lebihan dalam mencintai, kerena bisa saja yang kamu cintai itu bukan yang terbaik untukmu, dan juga jangan berlebihan dalam membenci bisa saja apa kamu benci itu sebenarnya baik untuk kamu.
Tidak ada salahnya bercita-cita tinggi dan menginginkan bintang dilangit yang tinggi atau dengan kata lain kamu mengharapkan jodohmu adalah seorang putri raja yang cantik jelita, baik hati dan kaya raya. Tetapi ingat, tetapi sadarlah jangan seperti pungguk yang merindukan bulan. Mungkin ada yang mendapatkan yang seperti itu, tapi mungkin diantara seribu cuma satu Sadari apakah tanganmu cukup panjang untuk menggapai bintang dilangit itu atau apakah kau punya kekuatan untuk bisa terbang dan membawa pulang bintang. Ku sarankan kamu seperti yang disarankan seorang akhwat kepadaku, ku ucapkan terima kasih untuknya, dia bilang kalau kamu tidak mendapatkan bintang dilangit, kejarlah kunang-kunang bumi, kerena kunang-kunang bumi tak kalah indahnya dengan bintang dilangit dan yakinlah mendapatkan kunang-kunang bumi jauh lebih mudah daripada bintang dilangit. Bintang dilangit adalah orang yang kamu impikan menjadi jodohmu dan kunang-kunang bumi adalah orang yang ada disekitarmu, andai kamu bisa menerima sedikit kekurangannya yaitu dia tidak bisa setinggi bintang, kamu akan mendapatkan yang seindah bintang. Namun indahnya bintang membuat kita terpaku dan tak bisa melihat indahnya kunang-kunang.
Satu lagi pesan saudaraku untukku, mungkin juga cocok untukmu, menikahlah dengan orang yang mencintaimu dan kamu mencintainya.
Berusahalah menemukannya
Senin, 06 Juli 2009
SMS IDUL FITRI
1. STaRt Up PinTu Hatimu
2. Find file-file keSalaHanku yg BernaMa
> Janji yang terAbaiKan
> Hati Yg berprasangkA
> Segala kata dan sikap yang menyakitkan
yang terkumpul dalam sebuah folder bernama “DOSA-DOSAKU PADAMU”
3. Klik file-file tersebut kemudian DELETE
4. Up Date segala virus yang ada dikumpeter hatimu berupa kebencian dan permusuhan dan
5. Install sikap saling memaafkan dan
6. Pastikan kabel data yang menghubungkan kau dan aku telah berfungsi
7. Bersiaplah menerima Emailku yang berisi
“Mari Saling Memaafkan dihari yang Fitri”.
2. Find file-file keSalaHanku yg BernaMa
> Janji yang terAbaiKan
> Hati Yg berprasangkA
> Segala kata dan sikap yang menyakitkan
yang terkumpul dalam sebuah folder bernama “DOSA-DOSAKU PADAMU”
3. Klik file-file tersebut kemudian DELETE
4. Up Date segala virus yang ada dikumpeter hatimu berupa kebencian dan permusuhan dan
5. Install sikap saling memaafkan dan
6. Pastikan kabel data yang menghubungkan kau dan aku telah berfungsi
7. Bersiaplah menerima Emailku yang berisi
“Mari Saling Memaafkan dihari yang Fitri”.
KATA-KATA CINTA II
Kalau kamu tak bisa menjadi pohon beringin
jadilah saja semak belukar
yaitu semak belukar yang terbaik, yang tumbuh ditepi danau
Kalau kamu tak sanggup jadi belukar jadilah rumput, yaitu rumput terbaik yang memperkuat sisi tanggul
aku mungkin tidak akan pernah bisa menjadi kekasihmu, tapi setidaknya aku masih bisa menjadi sahabatmu, sahabat terbaik yang senantiasa menerangi hidupmu.
kau mungkin menghilang dari pandanganku tapi tidak dari hatiku
kau mungkin diluar jangkauanku tapi tidak dari pikiranku
aku mungkin tak berarti apa-apa untukmu tapi kau selalu jadi yang istemewa dalam hidupmu.
Sejak pertama aku jumpa dirimu Terpasung anganku dalam sinar matamu
ingin diriku lalui hidup bersamamu
membagi cinta hanya berdua denganmu
mungkinkah aku bisa jujur padamu untuk kali ini
atau kah harus terulang kesalahan masa lalu
mengapa berat ungkapkan cinta padahal ia ada
dalam rinai hujan dalam terang bulan
mengapa sulit ungkapkan cinta padahal ia terasa, dalam rindu indah hening malam cinta terasa ada.
cinta yang sehat adalah cinta yang melibatkan emosi, rasio dan tanggungjawab jika ketiga unsur itu sudah anda miliki barulah berpikir untuk menikah
cintaku kepadamu seperti angin, kugapai namun tak tersentuh, ada namun tiada dan sekarang kian menjauh cintaku kepadamu seperti seberkas cahaya
mengkilau terang kemudian meredup
menyisakan rasa tak mengerti
hingga akhirnya menjadi titik kecil bak bintang di langit
indah...
namun tak terjangkau oleh tangan-tangan lemahku
cinta., yang sedikit pun akan terlihat sangat berharga
jadilah saja semak belukar
yaitu semak belukar yang terbaik, yang tumbuh ditepi danau
Kalau kamu tak sanggup jadi belukar jadilah rumput, yaitu rumput terbaik yang memperkuat sisi tanggul
aku mungkin tidak akan pernah bisa menjadi kekasihmu, tapi setidaknya aku masih bisa menjadi sahabatmu, sahabat terbaik yang senantiasa menerangi hidupmu.
kau mungkin menghilang dari pandanganku tapi tidak dari hatiku
kau mungkin diluar jangkauanku tapi tidak dari pikiranku
aku mungkin tak berarti apa-apa untukmu tapi kau selalu jadi yang istemewa dalam hidupmu.
Sejak pertama aku jumpa dirimu Terpasung anganku dalam sinar matamu
ingin diriku lalui hidup bersamamu
membagi cinta hanya berdua denganmu
mungkinkah aku bisa jujur padamu untuk kali ini
atau kah harus terulang kesalahan masa lalu
mengapa berat ungkapkan cinta padahal ia ada
dalam rinai hujan dalam terang bulan
mengapa sulit ungkapkan cinta padahal ia terasa, dalam rindu indah hening malam cinta terasa ada.
cinta yang sehat adalah cinta yang melibatkan emosi, rasio dan tanggungjawab jika ketiga unsur itu sudah anda miliki barulah berpikir untuk menikah
cintaku kepadamu seperti angin, kugapai namun tak tersentuh, ada namun tiada dan sekarang kian menjauh cintaku kepadamu seperti seberkas cahaya
mengkilau terang kemudian meredup
menyisakan rasa tak mengerti
hingga akhirnya menjadi titik kecil bak bintang di langit
indah...
namun tak terjangkau oleh tangan-tangan lemahku
cinta., yang sedikit pun akan terlihat sangat berharga
KU CARI ENGKAU WAHAI KEKASIH SEJATI
dikutip dari tentang-pernikahan.com
Sedih rasanya hidup dalam kesendirian
tiada tempat untuk mengadukan kesedihan, teman memang banyak, kenalan dimana namun tiada artinya bila tak menjadi penawar dahaga.
Dahaga kehausan akan kasih sayang
Dahaga kehausan akan ketentraman
Dahaga kehausan akan cinta
Dahaga kehausan akan ibadah dan pahala yang tak terkira
Mata menjadi samar kerena remangnya cahaya,
Nafsu dapat menghancurkan kerena lemahnya penjaga
Hati menjadi rapuh kerena tiada teman bicara
Titian ini melalui dengan hati-hati
Namun tetap saja aku terjerat debu-debu berduri
panjang jalan mungkin akan bisa terlintasi
bila ada kawan sehati yang menemani
Rasul dalam kekalutan diselimuti Khadijah dengan kelembutan namun diriku dalam keresahan diselimuti kegelisan
Rasul menjejaki dakwah dengan ditemani Khadijah namun diriku menjalani dakwah ditemani gundah
ku cari kekasih didunia sebagai penyejuk mata
dan sebagai penawar hati, sebagai teman seperjuangan dalam dakwah ini...
... wahai akhwat yang kunanti
kuharap keikhlasanmu dengan hati
Ingin engkau terima apa adanya diri
Temanilah dan bantulah diri
Menggenapkan separuh dien ini...
Sedih rasanya hidup dalam kesendirian
tiada tempat untuk mengadukan kesedihan, teman memang banyak, kenalan dimana namun tiada artinya bila tak menjadi penawar dahaga.
Dahaga kehausan akan kasih sayang
Dahaga kehausan akan ketentraman
Dahaga kehausan akan cinta
Dahaga kehausan akan ibadah dan pahala yang tak terkira
Mata menjadi samar kerena remangnya cahaya,
Nafsu dapat menghancurkan kerena lemahnya penjaga
Hati menjadi rapuh kerena tiada teman bicara
Titian ini melalui dengan hati-hati
Namun tetap saja aku terjerat debu-debu berduri
panjang jalan mungkin akan bisa terlintasi
bila ada kawan sehati yang menemani
Rasul dalam kekalutan diselimuti Khadijah dengan kelembutan namun diriku dalam keresahan diselimuti kegelisan
Rasul menjejaki dakwah dengan ditemani Khadijah namun diriku menjalani dakwah ditemani gundah
ku cari kekasih didunia sebagai penyejuk mata
dan sebagai penawar hati, sebagai teman seperjuangan dalam dakwah ini...
... wahai akhwat yang kunanti
kuharap keikhlasanmu dengan hati
Ingin engkau terima apa adanya diri
Temanilah dan bantulah diri
Menggenapkan separuh dien ini...
KATA-KATA CINTA
Kebahagian terindah dalam diriku adalah dicintai seseorang walaupun dia tahu ada kekurangan dalam diriku, dan bagiku kau adalah anugrah terindah yang pernah diberikan tuhan untukku
Waktu seakan terus berlari
Mengejar mimpi dalam indahnya hari
Langit mengajakku bercinta tentang apa yang kita lalui
Seketika kurasakan cahaya mentari menusukku dengan jutaan kerinduan
Ingin kucoba tepis rasa itu
Namun bayangmu terus merajaiku
Dan aku yang harus mengantarmu
Sampai kepenghujung waktu
Kadang disetiap kumelangkah
Saat sendiri aku merindumu
Sudah sirna semua tentang kita
Adakah cahaya indah itu lagi
Biarkanlah hatiku yang seperti ini meminta hadirmu kembali
Andai kau bisa lihat aku yang sebenarnya tentu kau akan rasakan sejuta cinta
Andai kau bisa lihat aku sedikit saja
Tentu kau bisa tahu artinya cinta
Namun kau hanya bisa lihat cinta yang penuh dusta, cinta yang hanya menjanjikan hayalan dan impian
Akulah cinta sejatimu
Bukan impian dan hayalan
Cinta ... Kutulis namamu diatas pasir
Tetapi gelombang menghapusnya
Lalu kutulis dilangit angkasa
Tetapi angin meniupnya pergi
Sehingga kutulis didalam hatiku dan disanalah namamu bertahta selamanya
Terlunta jiwa melawan masa, kukikis rasa sepi
Melawan gentar disisi tanpamu
Aku akan setia padamu
Sebuah rindu selalu membelenggu ruang dan waktu dalam dada menjadikan cinta kehilangan makna sebenarnya
Perhatikan awal kata dari kalimat dibawah ini, perhatikan yang huruf besarnya dan temukan namaku dan nama-nama temanku disana
Namaku
Aku tak pernah rasakan
Rindu sebesar dan seberat ini
Benarkah yang kurasakan ini cinta
Ataukah hanya perasaan semu belaka
Namun bayangmu selalu merajai mimpiku
Inikah namanya cinta
Temanku alumnus MTS NURUL HUDA, IAIN ANTASARI BJM
Apakah kau rasakan hal yang sama
Seperti yang aku rasakan saat ini
Pernahkah kau rasakan rindu yang begitu berat
Indah dunia saat kau disampingku
Akan tetapi jarak dan waktu memisahkan kita
Hanya do'a yang kupanjat moga kau bahagia
Temanku alumnus
SMAN 1 RANTAU BADAUH, sekarang jadi ibu rumah tangga katanya sih tinggal disampit
Saat matamu memandangku
Yang kurasa hanyalah kebahagian
Andai kau terima isi hatiku
Rela kuserahkan semua untukmu
Kan kuberikan semua milikku
Indah khayal dan impian
Angan dan mimpi yang kita bangun
Hanya kau dan aku disana
Waktu seakan terus berlari
Mengejar mimpi dalam indahnya hari
Langit mengajakku bercinta tentang apa yang kita lalui
Seketika kurasakan cahaya mentari menusukku dengan jutaan kerinduan
Ingin kucoba tepis rasa itu
Namun bayangmu terus merajaiku
Dan aku yang harus mengantarmu
Sampai kepenghujung waktu
Kadang disetiap kumelangkah
Saat sendiri aku merindumu
Sudah sirna semua tentang kita
Adakah cahaya indah itu lagi
Biarkanlah hatiku yang seperti ini meminta hadirmu kembali
Andai kau bisa lihat aku yang sebenarnya tentu kau akan rasakan sejuta cinta
Andai kau bisa lihat aku sedikit saja
Tentu kau bisa tahu artinya cinta
Namun kau hanya bisa lihat cinta yang penuh dusta, cinta yang hanya menjanjikan hayalan dan impian
Akulah cinta sejatimu
Bukan impian dan hayalan
Cinta ... Kutulis namamu diatas pasir
Tetapi gelombang menghapusnya
Lalu kutulis dilangit angkasa
Tetapi angin meniupnya pergi
Sehingga kutulis didalam hatiku dan disanalah namamu bertahta selamanya
Terlunta jiwa melawan masa, kukikis rasa sepi
Melawan gentar disisi tanpamu
Aku akan setia padamu
Sebuah rindu selalu membelenggu ruang dan waktu dalam dada menjadikan cinta kehilangan makna sebenarnya
Perhatikan awal kata dari kalimat dibawah ini, perhatikan yang huruf besarnya dan temukan namaku dan nama-nama temanku disana
Namaku
Aku tak pernah rasakan
Rindu sebesar dan seberat ini
Benarkah yang kurasakan ini cinta
Ataukah hanya perasaan semu belaka
Namun bayangmu selalu merajai mimpiku
Inikah namanya cinta
Temanku alumnus MTS NURUL HUDA, IAIN ANTASARI BJM
Apakah kau rasakan hal yang sama
Seperti yang aku rasakan saat ini
Pernahkah kau rasakan rindu yang begitu berat
Indah dunia saat kau disampingku
Akan tetapi jarak dan waktu memisahkan kita
Hanya do'a yang kupanjat moga kau bahagia
Temanku alumnus
SMAN 1 RANTAU BADAUH, sekarang jadi ibu rumah tangga katanya sih tinggal disampit
Saat matamu memandangku
Yang kurasa hanyalah kebahagian
Andai kau terima isi hatiku
Rela kuserahkan semua untukmu
Kan kuberikan semua milikku
Indah khayal dan impian
Angan dan mimpi yang kita bangun
Hanya kau dan aku disana
MUNGKIN
Mungkin kau telah letih menungguku, atau kau telah bosan denganku,
maafkan aku...
aku tak bisa berikan kepastian itu,
kerena yang punya kepastian itu hanya DIA (ALLAH),
Akupun tak berani memberimu satu janji untuk yakinkan dirimu,
kerena aku takut tak bisa menepatinya.
yang bisa kuberikan untukmu hanyalah do'a...
do'a semoga yang kau dapatkan adalah yang terbaik untukmu. aku tahu aku penuh kekurangan
aku tahu aku egois
egoisme...
ego itulah yang masih menyelimutiku yang tampak menjadi benteng diantara kita.
benteng yang ingin kuhancurkan tapi tak bisa.
dan kini aku mohon bantuanmu untuk menghancurkan benteng itu, kerena aku tak mampu merobohkannya sendirian.
aku butuh dukunganmu.
setelah benteng tebal pemisah itu runtuh, semua terserah padamu
aku memang pengecut... tapi
meski aku tak dapat memilikimu
tak dapat hidup bersamamu
tapi biarkanlah aku hidup dalam dirimu.
agar dapat kurasakan kebahagian,
agar dapat kumemandang pajar harapan
jangan biarkan semua ini memisahkan kita. jika kata tak mampu lagi menggambarkan perasaanku, biarlah langit penuh bintang itu yang menggantikannya.
Aku sadar aku tak semulia Muhammad saw
Juga tak setaqwa Ibrahim as.
Pun tidak setabah Ayub as.
Ataupun segagah Musa as.
Apalagi setampan Yusuf as.
justru aku hanya insan akhir zaman.
yang punya cita-cita membangun keturunan yang sholeh...
jika aku nahkoda
aku ingin kau navigatornya
jika aku adalah bisa aku yakin kau lah penawarnya
seandainya aku adalah masinis yang lancang sabarlah menasehatiku
aku juga sadar kamu bukan khadijah, yang begitu sempurna dalam menjaga kehormatan
bukan pula hajar yang begitu setia dalam sengsara
cuma wanita akhir zaman yang berusaha menjadi sholeh...
dikutip dari berbagai sumber
maafkan aku...
aku tak bisa berikan kepastian itu,
kerena yang punya kepastian itu hanya DIA (ALLAH),
Akupun tak berani memberimu satu janji untuk yakinkan dirimu,
kerena aku takut tak bisa menepatinya.
yang bisa kuberikan untukmu hanyalah do'a...
do'a semoga yang kau dapatkan adalah yang terbaik untukmu. aku tahu aku penuh kekurangan
aku tahu aku egois
egoisme...
ego itulah yang masih menyelimutiku yang tampak menjadi benteng diantara kita.
benteng yang ingin kuhancurkan tapi tak bisa.
dan kini aku mohon bantuanmu untuk menghancurkan benteng itu, kerena aku tak mampu merobohkannya sendirian.
aku butuh dukunganmu.
setelah benteng tebal pemisah itu runtuh, semua terserah padamu
aku memang pengecut... tapi
meski aku tak dapat memilikimu
tak dapat hidup bersamamu
tapi biarkanlah aku hidup dalam dirimu.
agar dapat kurasakan kebahagian,
agar dapat kumemandang pajar harapan
jangan biarkan semua ini memisahkan kita. jika kata tak mampu lagi menggambarkan perasaanku, biarlah langit penuh bintang itu yang menggantikannya.
Aku sadar aku tak semulia Muhammad saw
Juga tak setaqwa Ibrahim as.
Pun tidak setabah Ayub as.
Ataupun segagah Musa as.
Apalagi setampan Yusuf as.
justru aku hanya insan akhir zaman.
yang punya cita-cita membangun keturunan yang sholeh...
jika aku nahkoda
aku ingin kau navigatornya
jika aku adalah bisa aku yakin kau lah penawarnya
seandainya aku adalah masinis yang lancang sabarlah menasehatiku
aku juga sadar kamu bukan khadijah, yang begitu sempurna dalam menjaga kehormatan
bukan pula hajar yang begitu setia dalam sengsara
cuma wanita akhir zaman yang berusaha menjadi sholeh...
dikutip dari berbagai sumber
STAIS KUTIM GELAR PELATIHAN JURNALISTIK TINGKAT DASAR
Sengata- Untuk mengenal lebih dekat dan menambah wawasan mengenai jurnalistik (pers) BEM STAIS (Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Sengata) Kutai Timur bekerjasama dengan jurusan tarbiyah menggelar pelatihan jurnalistik tingkat dasar selama tiga hari dimulai sejak sabtu (4/7). Diikuti oleh 40 orang peserta, bertempat di Aula kampus STAIS Kutai Timur jl. APT. Pranoto. Acara berlangsung dari pukul 07.30-17.00 wita.
Pelatihan dibuka langsung oleh ketua STAIS KUTIM Prof. Dr. Hj. Siti Muriah. ''Mahasiswa hendaknya memiliki pengetahuan yang bersifat multidisipliner, sehingga alumnus STAIS Kutai Timur tidak hanya mesti menjadi guru, apapun pekerjaan kita kuncinya adalah fropesional ujar Siti Muriah, dalam kesempatan yang sama ketua jurusan tarbiyah Imam Hanafi menegaskan tema pelatihan kali ini ''Mencerahkan untuk menggerakkan menuju Kemandirian dan Fropesionalisme Pers Mahasiswa'' sejalan dengan visi dan misi STAIS kutai Timur yaitu mencetak generasi yang inovatif, unggul dan fropesional.
Agar pelatihan ini optimal, beberapa nara sumber yang kompeten dibidangnya pun diundang, seperti Ahmad Dardori dari Kaltim pos, Ali Khifdussholihin dari Swara Kaltim, M. Khaidir Ali SHI dari Tribun Kaltim, Hery Koeswoyo dari Koran Kaltim dan Nur ikhwan dosen dan penulis buku dari IAIN Walisongojawa tengah yang juga kompeten dalam bidang jurnalistik.
Materi yang disampaikan meliputi teknik menulis dan menyunting berita, teknik lay out, teknik wawancara, aspek hukum dan etika jurnalistik,teknik menulis artikel, wacana dan esai, teknik menulis kolom dan feature, serta manajemen pers kampus. Peserta tidak hanya dibekali dengan pengatahuan yang sifatnya teori tetapi juga praktik, baik praktik menulis maupun hunting berita dengan terjun langsung ke lapangan. Sebelum acara penutupan, acara diisi dengan persiapan pendirian majalah kampus dan pembentukan lembaga pers mahasiswa STAIS Kutai Timur.
Pelatihan dibuka langsung oleh ketua STAIS KUTIM Prof. Dr. Hj. Siti Muriah. ''Mahasiswa hendaknya memiliki pengetahuan yang bersifat multidisipliner, sehingga alumnus STAIS Kutai Timur tidak hanya mesti menjadi guru, apapun pekerjaan kita kuncinya adalah fropesional ujar Siti Muriah, dalam kesempatan yang sama ketua jurusan tarbiyah Imam Hanafi menegaskan tema pelatihan kali ini ''Mencerahkan untuk menggerakkan menuju Kemandirian dan Fropesionalisme Pers Mahasiswa'' sejalan dengan visi dan misi STAIS kutai Timur yaitu mencetak generasi yang inovatif, unggul dan fropesional.
Agar pelatihan ini optimal, beberapa nara sumber yang kompeten dibidangnya pun diundang, seperti Ahmad Dardori dari Kaltim pos, Ali Khifdussholihin dari Swara Kaltim, M. Khaidir Ali SHI dari Tribun Kaltim, Hery Koeswoyo dari Koran Kaltim dan Nur ikhwan dosen dan penulis buku dari IAIN Walisongojawa tengah yang juga kompeten dalam bidang jurnalistik.
Materi yang disampaikan meliputi teknik menulis dan menyunting berita, teknik lay out, teknik wawancara, aspek hukum dan etika jurnalistik,teknik menulis artikel, wacana dan esai, teknik menulis kolom dan feature, serta manajemen pers kampus. Peserta tidak hanya dibekali dengan pengatahuan yang sifatnya teori tetapi juga praktik, baik praktik menulis maupun hunting berita dengan terjun langsung ke lapangan. Sebelum acara penutupan, acara diisi dengan persiapan pendirian majalah kampus dan pembentukan lembaga pers mahasiswa STAIS Kutai Timur.
Jumat, 03 Juli 2009
DAFTAR NILAI MATA KULIAH ILMU TASAWUF STAIS KUTIM SEMESTER GENAP
DAFTAR NILAI UAS SEMESTER GENAP TAHUN 2008/2009
MATA KULIAH ILMU TASAWUF
Dosen : Drs. Mustajib D. M. M.Pd
1. Arbani : 81
2. Dahniar :74
3. Darianti :70
4. Dedi A :75
5. Ervi :72
6. Hadra :73
7. Hasna :73
8. Kasran :67
9. M. Rofiul :81
10. Nita :73
11. Noni :70
12. Nurlaila H:66
13. Reskiani: 77
14. Siti masitah :70
15. Siti Muthmainnah :75
16. Yeni F :70
17. Faisal :67
18. Maybe :73
DAFTAR NILAI HASIL UAS SEMESTER GENAP STAIS KUTIM
TAHUN 2008/2009
MATA KULIAH ILMU TASAWUF
Dosen : Mustajib
Kelas sore:
1. Alfiyah : 60
2. Dwi Istiqamah :83
3. Erni R :66
4. Ika wahyuni :85
5. Ira widayanti : 70
6. Istiarah madeali : 60
7. Kumida Puspa : 70
8. Laura paramita : 87
9. Luis Ma'luf : 70
10. Mariana :69
11. Mukhtar : 71
12. Narso : 70
13. Nining Sri kusrini : 62
14. Nur Matahari : 65
15. Nurhana A : 65
16. Nurhana B : 73
17. Nurul Hidayah : 72
18. Randi M. G. :83
19. Rokhayati : 77
20. Sabariah : 80
21. Saidul Umam : 80
22. Saudah : 65
23. Siti Asiyah : 71
24. Sriyati : 70
25. Sulaiman S :84
26. Sunarti : 71
27. Widiawati : 84
28. Siti mutmainnah: 75
MATA KULIAH ILMU TASAWUF
Dosen : Drs. Mustajib D. M. M.Pd
1. Arbani : 81
2. Dahniar :74
3. Darianti :70
4. Dedi A :75
5. Ervi :72
6. Hadra :73
7. Hasna :73
8. Kasran :67
9. M. Rofiul :81
10. Nita :73
11. Noni :70
12. Nurlaila H:66
13. Reskiani: 77
14. Siti masitah :70
15. Siti Muthmainnah :75
16. Yeni F :70
17. Faisal :67
18. Maybe :73
DAFTAR NILAI HASIL UAS SEMESTER GENAP STAIS KUTIM
TAHUN 2008/2009
MATA KULIAH ILMU TASAWUF
Dosen : Mustajib
Kelas sore:
1. Alfiyah : 60
2. Dwi Istiqamah :83
3. Erni R :66
4. Ika wahyuni :85
5. Ira widayanti : 70
6. Istiarah madeali : 60
7. Kumida Puspa : 70
8. Laura paramita : 87
9. Luis Ma'luf : 70
10. Mariana :69
11. Mukhtar : 71
12. Narso : 70
13. Nining Sri kusrini : 62
14. Nur Matahari : 65
15. Nurhana A : 65
16. Nurhana B : 73
17. Nurul Hidayah : 72
18. Randi M. G. :83
19. Rokhayati : 77
20. Sabariah : 80
21. Saidul Umam : 80
22. Saudah : 65
23. Siti Asiyah : 71
24. Sriyati : 70
25. Sulaiman S :84
26. Sunarti : 71
27. Widiawati : 84
28. Siti mutmainnah: 75
Langganan:
Postingan (Atom)